Jika bunga itu berganti warna
Takkan mungkin daunnya juga
Begitupun jika hatinya berubah
Tetap aku akan seperti ini
Aku punya sebentuk hati dengan segenap cinta
Namun debu-debu itu terkadang menghalangi di sela-selanya
Tak ingin jika cinta ini seperti air
Yang walaupun mengalir namun semakin rendah
Tak ingin jika cinta ini seperti batu hitam
Yang walaupun keras namun akan terkikis juga
Andai aku berada di padang rumput yang luas
Begitu sepi dan sunyi menghampiri
Aku akan berteriak di depannya
Teriakan dahsyat yang keluar dari hati yang kecil
Tentang perasaanku
Aku punya sebentuk hati dengan segenap cinta
Namun debu-debu itu terkadang menghalangi di sela-selanya
Seperti cukup semuanya berjalan di tempat ini
Sebuah tempat yang mereka namakan dunia
Sudahlah biarkan kuda-kuda itu berlari
Aku lelah mengikuti
Read more...
Saturday, November 8
Ku Rasa
Friday, October 17
Aku dan Hujan
pagi tadi aku kedatangan hujan.
aku hanya bisa melihatnya dari sela jendela kamarku.
"sedang apa?"
"kau, bisa bicara?" heran.
"tak berharapkah engkau?"
"tidak. karena airmu hanya akan buatku menggigil lalu jatuh sakit."
"lalu kau tahu untuk apa aku datang kemari?"
"tidak juga." ketus.
"maafkan. aku datang bukan ingin mengguyur tubuhmu. melainkan hatimu."
"hatiku? mengapa? kau tak akan pernah bisa mengerti semua ini."
keheningan tiba-tiba tegangkan suasana.
suara rintik hujan itu terdiam. kemana hujan pergi?
ku lari keluar . lihat ke langit sana. matahari tersenyum hangatkanku .
tapi aku tak sempat mendengar jawaban hujan tadi. aku ingin tahu .
**
sepinya hari yang mendera .
panasnya siang mencabik habis kulitku .
tidakkah semua beban ini hilang?
aku terus berjalan di atas tepi . berharap ada sebuah jawaban melintas di hati .
hidup ini terlalu sulit aku mengerti .
bahkan sulit aku jalani .
kekosongan hati yang selalu mengisi . takkan pernah untuk bisa pergi .
aku seperti seonggok daging yang berjalan . seperti mayat yang berlari mencari hidup.
tanpa mata hati. tanpa pikiran suci .
apa yang harus aku capai di dunia yang semakin kecil ini?
aaarrgh.. bosan aku dengan dunia .
kakiku mulai lengah untuk berjalan kembali .
sayapku pun telah patah di jauh hari .
apa yang masih bisa aku pertahankan?
tiba-tiba ku dengar gemuruh keras dari atas sana.
awan yang kelabu dan.. 'tik.. tik.. tik..'
HUJAN .
**
seluruh tubuhku basah kuyup sekarang.
aku merasakan kedamaian ketika segerombolan air itu membasuh seluruh aku.
"terima kasih.."
"tidak. karena jawaban itu telah ada dalam hatimu. bukalah matamu , lihat ke dalam hatimu. ke dasar jiwamu. sangat dalam sampai ke palung hatimu ."
"aku.. melihat sesuatu. sedang duduk terdiam . cinta. dia kesepain sekali di dalam sana."
"beri dia teman.. cinta itu butuh pendamping untuk tinggal di hatimu."
"seperti itu?"
hening ..
hujan membisu . namun masih ia bersamaku . percikan airnya aku ingat.
kini aku lelah . kepalaku terasa pening sekali .
perlahan cahaya tersebut menjauh dari pandanganku.
gelap.
Read more...
Tuesday, October 7
WHY ?
The buttons on my phone are worn thin
I don't think that I knew the chaos I was getting in
But I've broken all my promises to you
I've broken all my promises to you
Why do you do this to me?
Why do you do this so easily?
You make it hard to smile because
You make it hard to breathe
Why do you do this to me?
A phrasing that's a single tear
Is harder than I ever feared
And you were left feeling so alone
Because these days aren't easy
Like they have been once before
These days aren't easy anymore
I should have known this wasn't real
And fought it off and fought to feel
What matters most? Everything
That you feel while listening to every word that I sing
I promise you I will bring you home
Read more...Saturday, October 4
Di Tepi Hari
Aku mungkin bermimpi,
mendengar nyanyian embun pagi sampai mataku terbuka.
Kemudian mendengar hiliran angin malam yang teramat sangat sunyi.
Kapan waktunya datang?
Sayang aku menanti..
Di antara pohon dan rerumputan hijau nan indah,
dengan gemericik air sungai yang mengalir.
Disaksikan awan yang berarak membentuk nama kita,
bersama atmosfir langit yang terasa sedikit berbeda.
Dan rasa rindu yang selalu mendera.
Sayang kau di mana?
Kemarilah sebentar,
Aku ingin bicara sesuatu.
Aku ingin berbisik tepat di telingamu.
Setelah itu aku pegang erat kedua pipimu.
Ku ayunkan ke kanan lalu ke kiri.
Kemudian aku katakan lagi,
aku akan selalu sayang kamu.
Pasti menyenangkan,
dan memang itu yang aku mau.
Hanya yang jadi pertanyaanku sekarang,
kapan kita akan sedekat itu?
Aku menunggu.
Read more...
Monday, September 29
TENTANG CINTA
ada yang tahu apa sebenarnya arti berkorban? |