entahlah ini semua belum sirna sebenarnya .
ataukah aku yang terlalu menutup diri ataukah aku yang merasa selalu benar .
namun perlahan-lahan udara berbisik ,hati terketuk ,dan otak mencerna .
bahwa ,
pun ini merupakan kekeliruanku sendiri .
dan ,
tak ada salah jika aku mulai berkata ,
maafkan aku, karena aku dengan egois bergantung padamu, membiarkanmu menjadi sumber kekuatanku, tetapi aku sendiri tidak pernah menjadi hal yang sama untukmu ,bahkan ketika kau datang dengan senyum yang sementara aku hanya membalas separuh daripada itu.
maafkan aku, karena aku membiarkanmu berpura-pura kuat ,tanpa menyadari bahwa kau juga ingin melarikan diri .ingat tidak ketika itu kau hendak bermimpi namun dengan rewelnya aku memintamu bersenandung dan itu terjadi berulang kali .
maafkan aku, karena aku hanya memikirkan kesedihanku sendiri, karena aku terlambat menyadari bahwa sebenarnya kau pun adalah bagian penting untukku .dan ketika sekarang kau mulai lengah ,melangkah dan terus melangkah jauh ,dan aku tersadar bahwa bukan hak-ku untuk memintamu datang kembali .kau dan aku sudah berjalan sendiri-sendiri bahkan sudah sejak awal.
betapa ini aku tulis dengan setitik rindu ,pun aku kirimkan salam hangatku untuk malam-malam itu.
Read more...
Thursday, September 17
FORGIVE
BEHEL
I'm baaaaaaaaaaack :D
udah setaun saya abaikan ini blog HAHAHA maaf-maaf.
woh iyaaa saya cuma mau bilang kalau saya sekarang lagi ngebet pengen pake BEHEL doooooong .howhow? kebayaaang gak saya pake BEHEL bakalan kaya apa hahaha udah mah pipi gede yow kalo senyum entaaaar wah makin MAHAL dan BESAR muka saya awakkakkakaw
tapi gak tau kenapa si papah teh gak setuju pisan saya pake BEHEL da. kan gini yah awal-awal saya bilang mama tadinya,
Saya : "Mah, teteh hoyong ngangge behel."
Mama : "Ka si papah we atuh."
teruuus teh besoknya pas lagi makan gitu yah mama bilang ,
Mama : "Pah, tah si teteh hayang pake behel cenah."
Papa : "Woh kunaon? Maenya 'produk' papa teu rapih."
(aaaaaaaa PRODUK katanyaaa HAHAHHA)
Saya : "Da enyaaa ih handapna yeuyeuuyeuuuuh." (sambil ditunjuk-tunjuk gitu ke giginya sama saya)
Papa : "Ah geuleuh lah entong."
Saya : "Nahaaa ih!"
Papa : "Da sok geuleuh papa mah mun nempo awewe make behel teh. komo mun nyengir ih sieun."
Saya : "zzzz -_____- #^%\@?"
Papa : "Mun pake behel engke euweuh nu barogoheun geura."
Saya : Haaaaaaah wtf zzzz :| (apa nyambungnyaaaa cobaaaaa aaah BODOR)
"Nya sok atuh laptop we lah laptop mana?"
Papa : "Oh nya nya sabaraan emangna?"
Saya : AAAARGGGHHHH maleeeeeees deh mending saya akhiri .wowowoowowoooooo alasan yang aneh -____-
tuh kan ih BODOOOOOR pisan saya gak boleh pake BEHEL cuma gara-gara bisi BUTUT yeeeeeeeh aneeeeeeeh !
padahal udah ngebayang-bayangin saya teh kalo lagi ngaca, woooh andai di gigi saya terselip "sesuatu" HAHAHAHHAH
Read more...
02.30 a.m
Benar. Bahwa serpihan-serpihan luka itu masih belum tersapu bersih
Bahkan ketika raganya kembali
Ataupun ketika hatinya mencoba berputar ke belakang
Dan aku menolak
Benar. Bahwa aku harus melangkah
Bahkan ketika dunia tidak mau mendorongku
Ataupun ketika rayuan palsu itu memaksaku dari belakang sana
Dan aku tetap akan menolak
“Sudah saja, kau lupakan salahku yang lalu.”
Demi Tuhan ini semua tidak seperti apa yang lidahmu ucapkan
Apakah kau tahu bahwa di setiap detik cacat-cacat ini semakin membuatku lumpuh ketika ingatan-ingatan laluku mulai berkecambuk satu
Betapa tololnya ketika aku mengumbar tawa, atau ketika aku tebarkan senyum pada mereka
Adakah yang menyadari bahwa tujuh puluh limanya dari itu adalah PALSU
dan mengapa hingga saat ini kau buat semua cerita menjadi terasa begitu sedih?
Sementara di kediaman engkau hanya asyik duduk
Lalu kau biarkan tanganmu yang berusaha merangkai berbagai alasan yang kian hari kian melemah
Untuk kali ini air mata adalah teman
Dan jika boleh aku mengakui, sejujurnya aku lelah untuk hari-hari serupa ini
Read more...Saturday, November 8
Ku Rasa
Jika bunga itu berganti warna
Takkan mungkin daunnya juga
Begitupun jika hatinya berubah
Tetap aku akan seperti ini
Aku punya sebentuk hati dengan segenap cinta
Namun debu-debu itu terkadang menghalangi di sela-selanya
Tak ingin jika cinta ini seperti air
Yang walaupun mengalir namun semakin rendah
Tak ingin jika cinta ini seperti batu hitam
Yang walaupun keras namun akan terkikis juga
Andai aku berada di padang rumput yang luas
Begitu sepi dan sunyi menghampiri
Aku akan berteriak di depannya
Teriakan dahsyat yang keluar dari hati yang kecil
Tentang perasaanku
Aku punya sebentuk hati dengan segenap cinta
Namun debu-debu itu terkadang menghalangi di sela-selanya
Seperti cukup semuanya berjalan di tempat ini
Sebuah tempat yang mereka namakan dunia
Sudahlah biarkan kuda-kuda itu berlari
Aku lelah mengikuti
Read more...
Friday, October 17
Aku dan Hujan
pagi tadi aku kedatangan hujan.
aku hanya bisa melihatnya dari sela jendela kamarku.
"sedang apa?"
"kau, bisa bicara?" heran.
"tak berharapkah engkau?"
"tidak. karena airmu hanya akan buatku menggigil lalu jatuh sakit."
"lalu kau tahu untuk apa aku datang kemari?"
"tidak juga." ketus.
"maafkan. aku datang bukan ingin mengguyur tubuhmu. melainkan hatimu."
"hatiku? mengapa? kau tak akan pernah bisa mengerti semua ini."
keheningan tiba-tiba tegangkan suasana.
suara rintik hujan itu terdiam. kemana hujan pergi?
ku lari keluar . lihat ke langit sana. matahari tersenyum hangatkanku .
tapi aku tak sempat mendengar jawaban hujan tadi. aku ingin tahu .
**
sepinya hari yang mendera .
panasnya siang mencabik habis kulitku .
tidakkah semua beban ini hilang?
aku terus berjalan di atas tepi . berharap ada sebuah jawaban melintas di hati .
hidup ini terlalu sulit aku mengerti .
bahkan sulit aku jalani .
kekosongan hati yang selalu mengisi . takkan pernah untuk bisa pergi .
aku seperti seonggok daging yang berjalan . seperti mayat yang berlari mencari hidup.
tanpa mata hati. tanpa pikiran suci .
apa yang harus aku capai di dunia yang semakin kecil ini?
aaarrgh.. bosan aku dengan dunia .
kakiku mulai lengah untuk berjalan kembali .
sayapku pun telah patah di jauh hari .
apa yang masih bisa aku pertahankan?
tiba-tiba ku dengar gemuruh keras dari atas sana.
awan yang kelabu dan.. 'tik.. tik.. tik..'
HUJAN .
**
seluruh tubuhku basah kuyup sekarang.
aku merasakan kedamaian ketika segerombolan air itu membasuh seluruh aku.
"terima kasih.."
"tidak. karena jawaban itu telah ada dalam hatimu. bukalah matamu , lihat ke dalam hatimu. ke dasar jiwamu. sangat dalam sampai ke palung hatimu ."
"aku.. melihat sesuatu. sedang duduk terdiam . cinta. dia kesepain sekali di dalam sana."
"beri dia teman.. cinta itu butuh pendamping untuk tinggal di hatimu."
"seperti itu?"
hening ..
hujan membisu . namun masih ia bersamaku . percikan airnya aku ingat.
kini aku lelah . kepalaku terasa pening sekali .
perlahan cahaya tersebut menjauh dari pandanganku.
gelap.
Read more...